• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Contact
DaboSingkep.Com
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
      • Dabo Singkep
      • Lingga
      • Batam
      • Tanjung Pinang
      • Anambas
      • Kepulauan Riau
  • Kuliner
  • Wisata
  • Kesenian
  • Politik
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Tokoh
  • LoKer
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
      • Dabo Singkep
      • Lingga
      • Batam
      • Tanjung Pinang
      • Anambas
      • Kepulauan Riau
  • Kuliner
  • Wisata
  • Kesenian
  • Politik
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Tokoh
  • LoKer
No Result
View All Result
DaboSingkep.Com
No Result
View All Result
Home Berita Regional Batam

Sejarah Pembangunan Jembatan Barelang Batam

Redaksi by Redaksi
April 18, 2011
in Batam, Sejarah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Sejarah Jembatan Barelang Batam
Pulau Batam diperkirakan akan sesak dengankegiatan industru, sehingga pembangunan akan bergeser ke kawasan Rempang – Galang. Maka sebab itulah dibangun enam jembatan dengan biaya lebih dari Rp 400 miliar. Jembatan pertama dinamakan jembatan Tengku Fisabilillah. Jembatan bertipe cable stayed bridge itu paling banyak dikunjungi wisatawan local maupun asing.

Lalu ada jembatan II atau Nara Singa II yang menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah, jembatan III atau dikenal juga dengan jmembatan Raja Ali Haji menghubungkan Pulau Nipah dan Pulau Setokok.

Kemudian jembatan IV atau dikenal juga dengan jembatan Sultan Zainal Abidin menghubungkan Pulau Setokok dengna Pulau Rempang, jembatan V atau jembatan Tuanku Tambusai menghubungkan Pulau Rempang dan Galang dan terakhir jembatan VI atau jembatan Raja Kecil menghubungkan Pulau Galang dan Galang Baru.

Dengan jembatan-jembatan itulah, enam pulau menyatu dengan Batam. Rempang yang luas lahannya sekitar 16.583 hektar bakal di tata sedemikian rupa dengan pembagian sekitar 217 hektar disiapkan untuk kawasan industri, permukiman 656.59 hektar, pariwisata seluas 447,14 hektar, fasilitas umum 127,82 hektar, jasa 181,04 hektar dan pertanian 1.198,57 hektar. Begitu juga dengan kawasan Galang.

Previous Post

Sejarah Kota Batam

Next Post

Wisata Alam Pantai Nongsa Batam

Next Post

Wisata Alam Pantai Nongsa Batam

Please login to join discussion
DaboSingkep.Com

CATEGORY

  • Advertorial
  • Anambas
  • Batam
  • Berita
  • Dabo Singkep
  • Ekonomi Bisnis
  • Eksbis
  • Finance
  • Headlines
  • Internasional
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingga
  • Nasional
  • Pilihan Redaksi
  • Regional
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Tanjung Pinang
  • Teknologi
  • Tokoh
  • Traveling
  • Wisata
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Contact

© 2025 DaboSingkep.Com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Regional
      • Dabo Singkep
      • Lingga
      • Batam
      • Tanjung Pinang
      • Anambas
      • Kepulauan Riau
  • Kuliner
  • Wisata
  • Kesenian
  • Politik
  • Sejarah
  • Sosial Budaya
  • Tokoh
  • LoKer

© 2025 DaboSingkep.Com.